UTBK PXE Server adalah platform orkestrasi PXE Boot yang dirancang untuk pendistribusian sistem operasi secara cepat dan efisien melalui jaringan lokal maupun antar-network. Aplikasi ini mengotomatisasi proses ekstraksi ISO, konfigurasi iPXE, dan penyajian file sistem langsung dari RAM (tmpfs) untuk performa maksimal.
Jika server Anda baru, jalankan perintah satu baris ini untuk instalasi Docker otomatis:
curl -fsSL https://get.docker.com | sh && sudo usermod -aG docker $USER- Perangkat dengan interface jaringan fisik (ens/eth)
- Akses Root/Sudo
- Penting: Pastikan port
80pada host tidak sedang digunakan oleh aplikasi lain (seperti Apache/Nginx bawaan) agar server PXE dapat berjalan normal.
git clone https://github.com/arryardhiana/utbk-pxe-server.git
cd utbk-pxe-server
# Jalankan Orchestrator & Monitoring (Netdata)
docker compose up -d --buildJika Anda ingin UTBK PXE Server juga bertindak sebagai DHCP Server (untuk memberikan IP otomatis ke client), jalankan perintah ini:
docker compose -f docker-compose.yml -f docker-compose.dhcp.yml up -d- Akses Dashboard:
- Main Dashboard:
http://ip-server:8000 - Netdata Monitoring:
http://ip-server:19999
- Main Dashboard:
- Built-in DHCP Server: Sistem manajemen DHCP yang terintegrasi (via dnsmasq) dengan deteksi interface jaringan otomatis.
- Smart DNS Control: Fitur untuk mengaktifkan/menonaktifkan DNS resolver langsung dari dashboard web (Toggle ENABLE_DNS).
- Built-in Monitoring: Pantau statistik client (Min/Max) dan kecepatan network (Real-time & 6h history) langsung di dashboard utama tanpa database.
- Optional Netdata: Monitoring mendalam tingkat OS yang dapat diaktifkan melalui port
19999. - High Performance: Penyajian file sistem langsung dari RAM (tmpfs) untuk mempercepat proses loading client.
Jika Anda menjalankan DHCP Server (docker-compose.dhcp.yml), Anda dapat mengatur parameter berikut melalui tab DHCP Server di dashboard:
- DHCP Range: Tentukan rentang IP Start dan IP End untuk client.
- CBT Server Destination: Secara otomatis memetakan hostname
cbtsrv.snpmb.idke IP yang Anda tentukan (Sangat berguna untuk simulasi/lokal). - Enable DNS Service: Sakelar (Toggle) untuk mengaktifkan fitur DNS pada port 53. Jika dimatikan, service hanya menjalankan fungsi DHCP (Port 67) saja.
Agar client dapat booting melalui server ini, Anda perlu mengatur DHCP Options pada router anda.
Masuk ke menu /ip dhcp-server network dan atur parameter berikut pada jaringan yang digunakan:
# Ganti <SERVER_IP> dengan IP Server UTBK PXE Anda
/ip dhcp-server network
set [find address=192.168.22.0/24] \
next-server=<SERVER_IP> \
boot-file-name=bootx64.efi- Next Server (Option 66): Alamat IP Host tempat UTBK PXE Server berjalan.
- Boot File Name (Option 67):
- Gunakan
bootx64.efi(Standard UEFI).
- Gunakan
Sistem ini dikembangkan oleh Arry A - Universitas Padjadjaran.
Copyright © 2026. All rights reserved.
Terima kasih telah menggunakan UTBK PXE Server.




